Tampilkan postingan dengan label Wisata Kalsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kalsel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

TAMAN HUTAN PINUS




Taman Hutan Pinus merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang sudah terkenal di kalimantan khusunya bagi masyarakat Banjar.Kita dapat beRekreasi di bawah Hutan Pinus yang rindang, sehingga sangat baik duduk di bawah pohon sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan. Taman Hutan Pinus merupakan penghijauan kota dan kebun pembinaan. Taman Hutan Raya Sultan Adam terletak di Desa Mandiangin Kecamatan Karang Intan, sekitar 55 km dari Kota Banjarmasin yang mempunyai luas 106.400 ha. Selain itu terdapat dua peninggalan jaman Belanda yang terletak 2 km dari Tahura. Di sana ada Gajah Kampung, Rusa dan Buaya yang dilindungi. letaknya sekitar sekitar 35 km dari Kota Banjarmasin.

AIR TERJUN RIAM ANAI


Air Terjun Riam Hanail memiliki
ketinggian terjunan air 4 meter
dengan air yang sangat jernih dan
debitnya yang cukup deras.
Lokasi
Terletak di Desa Malaris,
Kecamatan Loksado, kabupaten
Hulu Sungai Selatan, Propinsi
Kalimantan Selatan.
Aksesbilitas
Berjarak ± 2 km dari desa Malaris
dekat PLTA Loksado dan dapat
dengan mudah ditelusuri dengan motor
atau jalan kaki.

AIR TERJUN HARATAI


Objek wisata Air terjun Haratai terletak di desa Haratai, lebih kurang 15 menit perjalanan dengan jalan kaki dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebunan karet atau kayu manis. Objek wisata Air terjun Haratai merupakan salah satu objek wisata yang ada di kalimantan selatan. air terjun Haratai terletak di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Air terjun Haratai merupakan salah satu obyek wisata yang menjadi primadona bagi masyarakat Kalimantan Selatan, karena daerahnya yang asri dan juga pemandangannya yang indah.
Saat pertama kali kita mendatangi tempat ini, mata kita akan terkagum melihat keindahan deburan air yang jatuh, dengan suara gemuruh yang cukup keras.Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter. selain itu di tempat ini juga di sediakan gazebo untuk kita beristirahat, atau bersantai sambil menikmati suasana.

AIR PANAS TANUHI


Pemandian Air
Panas Tanuhi terLetak di lembah pegunungan Loksado. Di sisinya mengalir sungai jeram nan
jernih dan dikelilingi tanaman yang menghijau. Untuk menuju lokasi wisata Pemandian Air Panas Tanuhi tersebut sangat mudah, karena dapat ditempuh melalui jalan darat. Jaraknya 30 kilometer dari pusat Kota Kandangan kabupaten Hulu Sungai Selatan,Kalimantan selatan. Anda bisa menggunakan mobil pribadi maupun angkutan pedesaan yang tersedia di Kota Kandangan. Tepat di pertigaan Desa Hulu Banyu, belok kiri setelah melalui sebuah jembatan ulin. Dari pertigaan tersebut hanya sekitar 400 meter, letaknya tepat berada di lembah pegunungan Loksado. Dari pintu masuk, ada jembatan beton penghubung dari jalan ke lokasi wisata. Dari atas jembatan terlihat jelas aliran sungai jeram
yang masih alami dengan pesona kehidupan masyarakat yang masih alami. Selain tempat pemandian air panas, Di Tanuhi ini Anda juga bisa menginap untuk menikmati sejuknya udara di lembah alam Loksado ini pada waktu pagi hari. Di sini tersedia bangunan rumah mini yang disebut
dengan dengan bangunan khas cottage. Ada 10 buah cottage yang tersedia untuk para pengunjung yang hendak menginap atau beristirahat.

GUNUNG KENTAWAN


Gunung Kentawan lebih dikenal sebagai lambang sari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gunung ini adalah kawasan hutan lindung berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan disekelilingnya, letak kawasan ini sekitar 28 Km dari kota Kandangan, dan untuk mencapainyahanya jalan kaki lewat Desa Lumpangi, muara Hanip atau Datar Belimbing (Hulu Banyu). Dengan memiliki luas sekitar 245 ha, didalamnya terdapat aneka jenis flora termasuk anggrek Hutan dan fauna yang dilindungi seperti Bekantan, Owa-Owa, Raja Udang

PULAU KEMBANG



Bagi pendatang ke
Banjarmasin rasanya
kurang lengkap kalau tidak mengunjungi Pulau
Kembang di tengah
Sungai Barito
pinggiran Kota, dimana
terdapat sekitar dua ribu
ekor kera jinak. Untuk mencapai pulau
kembang yang merupakan
delta tersebut cukup
gampang cukup naik
klotok sekitar setengah
jam dari kota sudah sampai ke tujuan, disana
pengunjung bisa bercanda
dengan kera jinak atau
kera abu-abu di lokasi
ini.
Pihak pengunjung tak usah takut karena kera
tersebut tidak akan
menyerang pengunjung,
asal pengunjung tidak
menggangunya cukup
dengan memberikan makanan, berupa kacang
tanah, pisang , atau
buah-buahan lainnya. Salah seorang
pengunjung Pulau
Kembang, serta kumpulan
monyet di lokasi tersebut. PULAU KEMBANG Pulau Kembang adalah
sebuah delta seluas 60
Ha yang terletak di
tengah sungai Barito dan
merupakan habitat kera
ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis
burung. Pada tahun 1976,
pulau ini ditetapkan
sebagai hutan wisata
berdasarkan SK.
Menteri Pertanian No. 788/Kptsum12/1976. Menurut cerita, pulau
Kembang berasal dari
kapal Inggris yang
dihancurkan oleh orang
Biaju pada tahun 1750-
an atas perintah sultan Banjar. Puing-puing
bekas kapal tersebut
lambat laun ditumbuhi
pepohonan dan berubah
menjadi sebuah pulau
yang kemudian didiami sekelompok kera. Orang-
orang desa yang berada
di sekitar pulau baru ini
menganggap bahwa
kera-kera tersebut
merupakan penjelmaan orang halus yang
memakai sarungan kera.
Kelompok kera tersebut
dipimpin oleh seekor kera
yang sangat besar
bernama si Anggur. Munculnya keyakinan
tersebut menjadikan
pulau yang baru muncul
ini dijadikan sebagai
tempat bernazar.
Masyarakat sekitar datang ke pulau ini
dengan membawa sesajen
seperti pisang, telor, nasi
ketan, mayang-pinang,
dan beberapa jenis
kembang. Oleh karena sering digunakan untuk
tempat berhajat dan
menabur kembang, pulau
baru tersebut lebih
dikenal dengan sebutan
Pulau Kembang. Di dalam kawasan hutan
wisata ini terdapat altar
yang diperuntukkan
sebagai tempat
meletakkan sesaji bagi
“penjaga” pulau Kembang yang
dilambangkan dengan dua
buah arca berwujud kera
berwarna putih
(Hanoman).
Keberadaan altar menunjukkan bahwa para
pengunjung yang datang
tidak sekedar berwisata
melihat kera, tetapi juga
datang untuk keperluan
berdoa, khususnya orang- orang Cina. Kera-kera di tempat ini
yang berjumlah ratusan
bahkan ribuan, sangat
akrab (walaupun ada
juga yang ganas) dengan
para pengunjung. Biasanya ketika para
wisatawan datang
berkunjung, kera-kera
tersebut banyak yang
menunggu di dermaga,
menunggu para wisatawan memberi
mereka makanan seperti
pisang, kacang dan
sebagainya. Namun
karena tidak semua
kera-kera di tempat ini bersahabat dengan para
pengunjung, maka ada
baiknya para pengunjung
memperhatikan hal-hal
berikut ini: Siapkan makan-
makanan ringan seperti
kacang kulit, pisang dan
sebagainya untuk
diberikan kepada para
kera. Taruhlah barang
bawaan seperti tas di
tempat yang aman dan
tersembunyi. Barang
bawaan atau tas
terkadang direbut oleh sekelompok kera dan
dibawanya kabur.
Berhati-hati juga
menyimpan barang
bawaan (tas atau
sejenisnya) di dalam perahu klotok, karena
kera-kera tersebut bisa
naik ke klotok dan
mengobrak-abrik barang
bawaan para pengunjung.
Di lokasi wisata ini banyak peminta-minta,
sehingga cukup bijaksana
jika para pengunjung
menyiapkan uang receh.
Para kera mengerubuti
para pengunjung yang baru turun dari klotok
Pulau Kembang
ditempati oleh ratusan
bahkan ribuan monyet dan
beberapa jenis burung.
Bila tengah beruntung, pengunjung bisa bertemu
dengan salah satu spesies
monyet yang menjadi
maskot fauna
Kalimantan Selatan,
yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Kera ini
memiliki sifat pemalu,
berambut cokelat
kemerah-merahan, dan
berhidung panjang. Di
tempat ini, para pengunjung juga bisa
menyaksikan kera-kera
yang bisa berenang.
Selain itu, para
pengunjung dapat
berinteraksi dengan memberikan makanan
berupa kacang dan
merasakan sensasi luar
biasa ketika dikerubuti
kera-kera yang sangat
banyak tersebut. Selain menjadi tempat
ribuan kera, di tempat ini
ternyata juga ada sebuah
kuil yang biasanya
digunakan oleh para
pengunjung untuk meletakkan sesajen atau
melaksanakan
nadzarnya. Pulau ini
sering dihubungkan
dengan kejadian-
kejadian mistis. Banyak para pengunjung yang
mengaku mengalami hal-
hal mistis seperti melihat
jembatan yang
menghubungkan pulau
Kembang dengan daratan; melihat sosok
pangeran berbaju putih
mengendarai kuda
melintas di atas jembatan
itu, dan lain sebagainya. Pulau Kembang terletak
di tengah sungai Barito,
Kecamatan Alalak,
Kabupaten Barito
Kuala, Kalimantan
Selatan. Pulau seluas 60 hektare
ini berjarak sekitar 1,5
km kota Banjarmasin dan
dapat ditempuh dengan
menggunakan perahu
klotok sewaan dengan harga sekitar Rp 200.000 perjamnya atau
bisa lebih murah jika
pengunjung pandai
menawar. Waktu yang
dibutuhkan untuk sampai ke lokasi sekitar 10 menit
dari kota Banjarmasin.
(sumb:wisata melayu)

Kamis, 24 November 2011

pulau datu


Pulau Datu adalah pulau kecil yang terdapat di dekat Pantai Batakan, kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Kalsel. Dinamakan pulau Datu karena di pulau tersebut terdapat makam seorang datu (sunan/penyebar agama Islam) yang dikenal dengan sebutan Datu Pamulutan,
yang dahulu punya kegemaran menangkap burung dengan pulut (getah). Datu Pamulutan ini bukan nama asli beliau melainkan hanya sebutan/gelar yang diberikan masyarakat karena semasa hidup beliau suka mamulut (cara berburu dengan menggunakan getah, biasanya untuk berburu unggas) burung. Menurut cerita warga setempat dahulunya pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa merupakan satu kesatuan, namun karena proses alam maka akhirnya pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa terpisah.
Jika kita ingin ke Pulau Datu kita tinggal menyewa perahu yang ada disana. Kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam
karena biayanya tidak terlalu mahal. Berdasarkan kalender wisata pada bulan Maret ini akan dilaksanakan haul Datu Pamulutan di desa Tanjung Dewa tersebut. Selain bisa menikmati wisata alam kita juga bisa menikmati wisata religius disana. Bagi yang beruntung, di sekitar Pulau Datu juga akan ditemui beberapa ikan lumba-lumba berkeliaran. Manaqib Datu Pamulutan
Datu Pamulutan sebenarnya bernama Sultan Hamidinsyah yang berasal dari Batang Banyu Mangapan Martapura, sehingga nama M Thaher merupakan nama samaran dalam menjalankan tugas sebagai wali dan hamba Allah.
Sultan Hamidinsyah ini mempunyai adik yang bernama Sultan Ribuansyah yang juga seorang pengemban dakwah, dalam menyebarkan Islam mereka menempuh jalan masing-masing, yaitu Hamidinsyah atau Datu Pamulutan ke arah timur dan adiknya kearah barat.
Datu Pamulutan mempunyai seorang murid setia yang selalu mengiringi perjalanan beliau, namanya H Syamsudin yang mempunyai nama asli Bamasara. Syamsudin, menurut pendapat sebagian orang adalah penduduk asli Tanjung Dewa yang juga dimakamkan di Pulau Datu, posisinya lurus dihunjuran (bagian kaki) makam gurunya.
Didalam kubah datu pamulutan, masih ada dua makam lainnya, yaitu makam H Abdussamad dan H Jafri, mereka adalah dua bersaudara itu sebagai seorang guru agama dan pada saat wafatnya juga berpesan agar dimakamkan di pulau Datu.
Datu Pamulutan selama hidupnya senantiasa melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang wali untuk menyebarkan agama, ia juga memiliki jiwa patroiotisme dan heroisme, terbukti
dengan perannya dalam mengkoordinir masyarakat Desa Tanjung Dewa untuk mengusir penjajan Portugis.
Kemudian, dari semua kegiatan yang patut dicatat selama hidupnya, Datu Pamulutan mampu membagi waktunya untuk tiga kegiatan yang bukan pekerjaan mudah, yaitu menyebarkan agama kepada masyarakat, mengkoordinir masyarakat untuk melawan penjajah yang ingin mendarat melalui pantai muara Tanjung Dewa dan sekitarnya, juga tetap menjalankan hobinya memulut (menjebak, Red) burung di daerah Tanjung Dewa, sehingga dari sinilah ia mendapat gelar sebagai Datu Pamulutan.
Dalam perjuangan melawan penjajah yang sudah sempat memasuki Kota Bandarmasih, ia mempunyai anak buah, yaitu Patih Mulur dan Patih Matis yang bertugas di daerah Pulau Pinang, Datu Saliwah yang punya ciri muka hilang sebelah di Tabuniu, Pangeran Penyapu Rantau, Datu Sumpit Gunung Dewa, Panglima Dumalik Kandangan Lama di Kandangan Lama mempunyai sebuah senjata sakti yaitu parang jarum, karena terbuat dari sekarung jarum, Patih Singa di Tanjung Selatan. Patih Arjan di daerah perbatasan Sebuhur.
Yang cukup menonjol dalam hal ini masalah fanatisme beragama, benar- benar di laksanakan antara yang halal dan haram yang suci dan najis. Sehingga sebelum beliau wafat sudah sempat berpesan, bila kelak dipanggil oleh Allah agar dikuburkan di desa Tanjung Dewa.
Setelah berpesan, beliau menggaris batas tanah dengan ibujari kaki. Untuk membatasi tanah agar tidak tercemar dari hal-hal najis, seperti dikencingi anjing, apalagi sampai diinjak penjajah kafir.
Di sinilah tampak keramat beliau, tanah yang digaris lambat laun menjadi sungai kecil dan akhirnya menjadi lautan. Sehingga tanah yang digaris jadi pulau tersendiri. Datu pamulutan wafat dan dimakamkan di Pulau Datu tahun 1817 Masehi, sedangkan muridnya menyusul 8 tahun kemudian atau pada tahun 1825 Masehi.
Sebenarnya ia wafat di desa tempat tinggalnya di Martapura, kelak bila meninggal dimakamkan ke Tanjung dewa. Karena jalan waktu itu masih belum seperti sekarang, maka jenazah dibawa lewat sungai kemudian menyisir
laut dengan menggunakan sampan. Di sini kembali terlihat karamahnya, sampan yang digunakan menurut pandangan orang awam bukanlah sampan yang layak untuk mengarungi lautan, karena kecil dan lagi bocor, sehingga ragu apakah sampai atau tidak.
Namun dengan ridho dan rahmat Allah akhirnya sampan bisa sampai ke Tanjung Dewa.
Sampai sekarang, tanah yang menjadi makam beliau terpisah dari daratan, berjarak sekitar 1,2 - 1,5 kilometer. Sekarang sudah ada dermaga yang cukup sederhana, pengelolaan makam sendiri dilakukan oleh pihak ahli waris dan kerabat H Syamsudin muridnya, Makam keramat ini juga sudah menjadi tempat wisata religius, memanjatkan doa untuk dirinya. Namun karena letaknya di dekat wisata Batakan. Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat sekitar untuk mendapat penghasilan tambahan, yaitu mengantar peziarah menyeberang dengan menggunakan perahu.

taman mina tirta


Keindahan di Taman Mina Tirta Pelaihari waktu siang, sungguh nyaman untuk tempat beristirahat dan santai sejenak sambil menikmati keindahan panorama kolam di Taman Mina Tirta ini. Selain ada taman bermain anak-anak, taman bunga, juga ada sarana rekreasi berupa perahu sewa berbentuk angsa untuk bersenang senang mengitari kolam Taman Mina Tirta Pelaihari ini. Selain itu, bagi kamu yang hobi mancing juga bisa menyalurkannya disini. Disekitar Taman juga ada sejumlah pedagang yang menyediakan beraneka minuman segar, tempat yang sangat cocok bagi kamu yang mau ber istirahat sejenak. Bagi kamu yang dari Kota Baru, Kintap dan sebagainya yang hendak bepergian ke Kota Banjarmasin, bisa mampir dan istirahat sebentar di taman ini, tempatnya tidak jauh dari simpang perkantoran Pemda Tanah Laut.

bukit kayangan


Bukit Kayangan memiliki pesona yang memukau dengan pemandangan perbukitan dan hamparan perkebunan Kelapa Sawit. Aksesibilitas darat dapat ditempuh ± 55 km dari Kota Banjarmasin tepatnya di desa Ambungan sebelum kita menuju/ memasuki Kota Pelaihari tentunya melewati objek wisata tersebut. Sarana yang tersedia saat ini berupa tempat ibadah (Mushola), dan jenis wisata yang bisa dikembangkan berupa wisata MICE (Wisata Meeting and Conference).

Kerbau Rawa Banua Raya

Menyusuri sungai dan rawa untuk menyaksikan kumpulan hewan kerbau rawa liar. Kerbau rawa ini jumlahnya 180 ekor yang mana biasanya mereka berada di kawasan hutan yang ditumbuhi banyak pohon galam. Wisata sungai dengan pemandangan gunung dan areal persawahan. Terletak 26 km dari kota Pelaihari atau tepatnya di Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut.


Daya dukung lingkungan yang berada di antara pegunungan dengan pengembangan wisata memancing dan berperahu.

air terjun balangdaras


Air terjun Balangdaras terletak 25 km dari kota Pelaihari tepatnya di desa Tanjung kecamatan Bajuin Pelaihari. Air terjun Balangdaras memiliki panorama pegunungan yang indah dan eksotik. Berada di ketinggian pegunungan dengan ketinggian ± 45m Air Terjun Balangdaras berada di kawasan pegunungan Maratus.

pantai tanjung dewa


Pantai Tanjung Dewa terletak di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Hanya dengan menempuh jarak sekitar 100 km dari kota Banjarmasin maka kita sudah tiba di pantai Tanjung Dewa. Jarak yang tidak
terlalu jauh ini memungkinkan kita untuk dapat berakhir pekan ke pantai Tanjung Dewa ini kapanpun kita mau. Perjalanan menuju pantai Tanjung Dewa ini sangat tidak membosankan karena kita akan melintasi areal persawahan dan pegunungan yang hijau dan indah. Sangat cocok untuk melepaskan kepenatan terhadap rutinitas harian kita.Beberapa pantai di Kalsel lebih menonjolkan pesona pasirnya, namun pantai Tanjung Dewa sedikit berbeda yaitu dengan keindahan karangnya yang lebih mempesona. Pantai Tanjung Dewa memiliki 2 bagian, ada bagian yang berpasir dan ada juga yang berkarang. Jika kita duduk di atas salah satu karangnya, maka sangat tepat untuk menikmati landscape pantai dan laut secara bersamaan. Tidak hanya itu saja, selain bisa menikmati keindahan laut dan pantai kita juga bisa menikmati keindahan pegunungan dari kejauhan. Saat cuaca cerah lekuk-lekuk gunung akan sangat jelas terlihat.

pantai batu lima


Pantai Batu Lima terletak di desa Kuala Tambangan kecamatan Takisung, dari ibukota Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari) berjarak ± 35 km. sarana yang tersedia di objek ini seperti : Play Ground, Shelter dan Cottage yang berjumlah 18 buah. Menurut legenda, lima buah batu tersebut sebagai tempat pemandian 5 orang putri (Upacara Adat Mandi Badudus).

air terjun bajuin


Air Terjun Bajuin terletak 10 km dari kota Pelaihari tepatnya di Desa Sei Bakar
Kabupaten Tanah Laut atau 75 km dari kota Banjarmasin ibukota Kalimantan Selatan. Air terjun Bajuin yang meiliki panorama pegunungan yang sangat indah Air terjun Bajuin yang mengalir dengan derasnya Air Terjun Bajuin memiliki panorama pegunungan yang indah dan eksotik. Air terjun Bajuin ini terletak di kawasan lereng pegunungan Meratus serta ditingkahi kencangnya angin yang menyebabkan air terjun seolah-olah menari-nari dari atas puncaknya menuju
ke bawah.

Selasa, 22 November 2011

pantai tangkisung


Pantai Takisung adalah salah satu pantai yang ada di kaliamanntan. Pantai ini terletak di sebelah Barat Kabupaten Tanah Laut. Berjarak kurang lebih kurang lebih 87 km dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di sepanjang pantai ini terdapat tanaman mangrove dan persawahan pasang surut serta ada beberapa perumahan yang berada di pesisir pantai tersebut. Kondisi di sekitar pantai pantai ini sangat kotor akibat banyaknya timbunan lumpur dan samapah di sepanjang pantai,serta ranting - ranting pohon yang berserakan ,kondisi seperti ini sangat mempengaruhi kualitas pantai. lumpur disepanjang pantai dapat menyebabkan kekeruhan pada air laut hal ini berakibat buruk untuk ekosistem yang ada di laut. Padahal pantai Takisung ini dijadikan objek wisata tetapi sangat disesalkan tidak dirawat dengan baik. Di pantai Takisung sering terjadinya abrasi dimana terjadi fluktasi tiap tahun nya. Abrasi terjadi karena tidak ada yang mampu menahan hantaran gelombang yang datang dari laut karena di pantai Takisung tidak terdapat trumbu karang untuk menahan gelombang pasang tersebut. Bahkan pohon bakau yang terdapat di sekitar pantai tidak dapat menahan gelombang besar karena jumlah pohon bakau yang begitu sedikit. Sehingga di buatlah siring tetapi itupun di daerah tertentu saja, tidak sepanjang pantai. Jika Abrasi ini dibiarkan begitu saja lambat laun abrasi ini akan meluas. Penduduk disana kebanyakan mata pencariannya adalah sebagai nelayan, petani dan juga berternak. Sawah di daerah pantai ini adalah sawah tadah hujan menunggu datangnya hujan. Dan apabila terjadi pasang pada air laut maka berakibat sawah mereka akan gagal. Adapun hewan ternak yang ada disana kebanyakan sapi, bebek dan kambing. Sedangkan bagi nelayan untuk mencari nafkah mereka menangkap ikan yang kemudian sebagian dijual dan sebagian lagi diolah menjadi ikan asin dan ikan asin tersebut akan dijual dipasar. Salinitas merupakan larutan garam yang terkandung dalam air/ fluida yang dapat mempengaruhi kualitas air. Air dengan larutan garam yang tinggi akan tidak baik untuk sistem irigasi ataupun kebutuhan air bersih masyarakat. salinitas air laut yang terdapat di pantai Takisung yaitu kurang lebih mencapai 30 %, artinya salinitas air lautnya tinggi. Salinitas sangat berpengaruh terhadap kesehatan makhluk hidup. Pada pengukuran pH air laut di Tangkisung dengan menggunakan alat soiltester kami memperoleh pH air laut di tangkisung mencapai 9 yaitu dalam keadaan basa. Selain itu kami juga mengukur kecerahan air yang diperoleh dari observasi dengan keping saci adalah 32 cm,serta hasil untuk kecepatan arusnya yang didapatkan dengan menggunakan floumeter selama 3 menit adalah 1927.

pantai batakan


Pantai Batakan terletak di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), sekitar 125 kilometer arah timur dari Kota Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan). Untuk mencapai lokasi Pantai Batakan, dari Kota Banjarmasin relatif mudah karena kondisi jalannya cukup baik. Walaupun jalannya berkelak-kelok dan turun- naik, tetapi menyajikan pemandangan alam yang indah berupa barisan perbukitan yang menghijau, hamparan persawahan yang menguning, serta perkampungan nelayan yang berada di tepi pantai. Pantai Batakan merupakan obyek wisata bahari yang terpadu dengan panorama alam pegunungan, karena di sebelah timurnya terdapat perbukitan pinus yang menjadi bagian dari Pegunungan Meratus. Di pantai ini pengunjung dapat mengelilingi pantai sambil menggunakan kuda sewaan, bersantai di bawah pohon cemara sambil menikmati keindahan pantai, atau menyaksikan panorama alam terutama saat matahari akan terbenam (sunset). Selain berwisata di sekitar pantai, pengunjung juga dapat berkunjung ke Pulau Datu yang letaknya tidak berapa jauh di depan Pantai Batakan. Di pulau ini terdapat sebuah obyek wisata religius yaitu makam Datu Pamulutan, seorang ulama yang dianggap sebagai wali Allah. Sebagai catatan, sama seperti tempat- tempat rekreasi lainnya di Indonesia, Pantai Batakan juga dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat rekreasi, seperti kamar mandi untuk bilas, rumah ibadah (masjid), panggung hiburan, cottage, restourant, penginapan, playground, hingga areal parkir kendaraan bermotor yang cukup luas.

Senin, 21 November 2011

pantai swarangan


Tujuan wisata untuk
parawisatawan yang senang menyaksikan matahari terbit
maupun matahari tenggelam.
Salah satu nya yaitu Pantai Swarangan. Pantai ini memiliki gelombang air laut yang cukup
besar sehingga sehingga sangat
cocok untuk orang yang hobi
berselancar. Aktivitas olah raga yang bisa
dilakukan di pantai ini, yakni
berenang, memancing, dan
berselancar. Atau aktivitas yang
simpel yakni berjemur santai di
bibir pantai sambil menikmati panorama alam pantai.
Selain panorama pantai, anda juga
bisa menjernihkan mata kita
dengan melihattumbuhan pohon
bakau yang masih berwarnaatau
melihatsarana panggung hiburan, dan publik toilet.

Kejernihan air laut merupakan
daya tarik utama bagipara
wisatawan yang berkunjung ke
lokasi tersebut. Di mana tempat
tersebut ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun
mancanegara di waktu hari
liburan.
Pantai Swarangan terletak di Desa
Swarangan, Kecamatan Jorong.
Dapat ditempuh melalui transportasi darat dengan jarak
tempuhkurang lebih52 km dari
ibukota Kabupaten Tanah Laut,
atau sekitar 117 km dari kota
Banjarmasin ibukota Kalimantan
Selatan. Sayang keindahan pantai ini harus
di nodai dengan pungutan liar
orang yang tidak bertanggung
jawab dengan mengenakan tarif
masuk semuanya,ane sendiri juga
pernah jadi korban disitu dengan membayar biaya masuk 2 kali, jadi
hati-hati bagi anda yang ingin
berkunjung kesana,harus
memperhatikan yang mana yang
petugas dan mana yang
preman...hehehe, kalau gak ingin membayar masuk 2 kali. Kalau ane
perhatikan memang tidak ada
upaya pemerintah untuk
mengelola objek wisata ini, hal ini
masih terlihat dengan masih
semrawutnya penataan sarana- sarana pendukung, apalagi pada
saat libur banyak sekali warung-
warung dadakan dan kamar mandi
myang yang muncul tanpa
memandang tata letaknya,
sehingga dapat mangganggu pemandangan.

Selasa, 25 Oktober 2011

Gua Batu Hapu


Gua Batu Hapu adalah objek wisata yang terletak di dekat pasar Binuang
tepatnya di desa Batu Hapu, kecamatan Hatungun, Tapin yang bisa ditempuh 43 Km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin. Goa Batu Hapu dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan
jalan yang sudah cukup baik,
ditempuh dengan jalan santai sambil
menikmati pemandangan kehidupan
pedesaan dan nuansa alam
pegunungan selama 30 menit, goa ini terletak dipegunungan sehingga
yang mempunyai hobi tantangan
panjat tebing disinilah nyalinya diuji,
tetapi risiko ditanggung sendiri
karena belum diasuransikan,
masyarakat di sekitar goa siap bermitra dengan wisatawan yang
berkeinginan bermalam sambil
menikmati makanan dan kehidupan
masyarakat pedesaan. Goa Batu Hapu merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa
yang mempunyai stalagnit dan
stalagmit menghiasi dalam goa yang
dapat menggugah kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa dalam ciptaan-Nya
sebagai pelajaran pengetahuan alam, goa ini telah mendapatkan sentuhan
perbaikan dan penataan, Pemerintah
Daerah sehubungan kerusakan yang
diakibatkan keserakahan oknum
manusia yang hanya mengejar
keuntungan ekonomi sesaat tanpa mensyukuri nikmat lainnya yang
disediakan oleh alam. Menurut legenda yang sampai
sekarang menjadi mitos masyarakat
setempat tentang asal usul terjadinya
Goa Batu Hapu ini adalah Raden
Penganten yang dikutuk oleh ibunya,
Diang Ingsun menjadi batu dan di antara pecahan kapalnya menjadi
gunung dan goa yang ada sekarang
ini.

Candi Agung


Candi Agung adalah sebuah situs candi Hindu berukuran kecil yang terdapat di kawasan Sungai Malang, kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Candi ini diperkirakan peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang keberadaannya sezaman dengan Kerajaan Majapahit. [1] Candi Agung Amuntai merupakan
peninggalan Kerajaan Negaradipa
Khuripan yang dibangun oleh Empu
Jatmika abad ke XIV Masehi. Dari
kerajaan ini akhirnya melahirkan
Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin. Menurut
cerita, Kerajaan Hindu Negaradipa
berdiri tahun 1438 di persimpangan
tiga aliran sungai. Tabalong,
Balangan, dan Negara. Cikal bakal
Kerajaan Banjar itu diperintah oleh Pangeran Suryanata dan Putri
Junjung Buih dengan kepala
pemerintahan Patih Lambung
Mangkurat. Negaradipa kemudian
berkembang menjadi Kota Amuntai. Candi Agung diperkirakan telah
berusia 740 tahun. Bahan material
Candi Agung ini didominasi oleh batu
dan kayu. Kondisinya masih sangat
kokoh. Di candi ini juga ditemukan
beberapa benda peninggalan sejarah yang usianya kira-kira sekitar 200
tahun SM. Batu yang digunakan
untuk mendirikan Candi ini pun
masih terdapat di sana. Batunya
sekilas mirip sekali dengan batu bata
merah. Namun bila disentuh terdapat perbedaannya, lebih berat dan lebih
kuat dari bata merah biasa.

Pasar Terapung Muara Kuin


Pasar Terapung Muara Kuin adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.[1] Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung,
sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan
hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan
anak-anak sungainya. Para pedagang wanita yang berperahu
menjual hasil produksinya sendiri
atau tetangganya disebut dukuh,
sedangkan tangan kedua yang
membeli dari para dukuh untuk dijual
kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih
sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang
dalam bahasa Banjar disebut
bapanduk. Kini pasar terapung Kuin dipastikan
menyusul punah berganti dengan
pasar darat. Banyak wisatawan yang
berkunjung ke Kuin harus menelan kekecewaan karena tidak menjumpai
adanya geliat eksotisme pasar di atas
air. Kepunahan pasar tradisional di
daerah "seribu sungai" ini dipicu oleh
kemaruk budaya darat serta ditunjang
dengan pembangunan daerah yang
selalu berorientasi kedaratan. Jalur-
jalur sungai dan kanal musnah tergantikan dengan kemudahan jalan
darat. Masyarakat yang dulu banyak
memiliki jukung, sekarang telah
bangga memiliki sepeda motor atau mobil.